- Lionel Messi sudah tujuh musim tidak memenangkan Liga Champions. Terakhinya dia memenangkannya pada 2015 saat di Barcelona.
Mimpi Buruk Lionel Messi di Liga Champions Berlanjut
Mimpi Buruk Lionel Messi di Liga Champions Berlanjut
11/03/2022 10:30:13
Liputan6.com, Paris - Awal musim ini, Lionel Messi mengungkapkan keinginannya memenangkan satu lagi trofi Liga Champions. Kali ini, dia sebagai pemain Paris Saint-Germain menyusul kepindahannya dari Barcelona musim panas lalu.
Namun, PSG sudah tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Wakil Prancis itu kalah 1-3 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu, Kamis (10/3/2022) dini hari WIB, sehingga kalah agregat 2-3.
"Ini adalah impian semua orang," kata Messi kepada France Football ketika itu seperti dikutip Marca.
"Klub telah bekerja keras untuk mencapai tujuan ini selama bertahun-tahun dan akhir-akhir ini mereka semakin dekat."
"Dari sudut pandang pribadi, saya ingin memenangkan Liga Champions lagi, seperti yang saya katakan ketika saya masih di Barcelona. kompetisi yang bagus, sangat sulit untuk dimenangkan, tetapi saya pikir kelompok pemain ini dapat mencapainya," ucap pemain berjuluk La Pulga itu.
4 kali
1. Lionel Messi - Lionel Messi menjadi salah satu pemain yang merasakan treble winners bersama Barcelona. Messi meraih treble winner saat membawa Barcelona meraih juara Liga Champions, Spanish Champion, Spanish Cup pada 2009 dan 2015. (AFP/Patrik Stollarz)Messi memenangkan Liga Champions pada 2006, 2009, 2011 dan 2015 di Barcelona. Tapi, dia sekarang harus menunggu setidaknya satu tahun lagi sebelum bisa mendapatkan trofi lagi.
"Saya mengatakan bahwa jika kami terus seperti ini, akan sulit untuk memenangkan Liga Champions dan jelas bahwa kami bahkan tidak dapat memenangkan LaLiga," ujarnya pada 2020 lalu, ketika dia menyelesaikan lima tahun tanpa memenangkan trofi.
"Kami harus banyak berubah dan melakukan banyak kritik diri dan tidak berpikir bahwa kami kalah karena lawan lebih baik."
Messi sekarang sudah tujuh musim tanpa mengangkat trofi Liga Champions. Semuanya dimulai di perempat final 2015/16, ketika Barcelona disingkirkan Atletico Madrid.
Setahun kemudian, Barcelona menyelesaikan comeback gemilang melawan PSG di babak 16 besar. Tetapi, tim Catalankemudian kalah dari Juventus di perempat final.
Advertisement
Roma, Liverpool, Lisbon
Reaksi pemain Barcelona, Lionel Messi selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Selasa (10/4). Bercelona tersingkir di Liga Champions setelah menyerah 0-3 dari AS Roma. (Andreas SOLARO/AFP)Eliminasi terberat Messi di Liga Champions terjadi pada tiga musim berikutnya. Barcelona mengalahkan Roma 4-1 di Camp Nou, tetapi kalah 0-3 di Roma pada perempat final dan tersingkir karena gol tandang.
Musim berikutnya hal serupa terjadi. Barcelona mengalahkan Liverpool 3-0 di kandang sendiri sebelum kalah 0-4 di Inggris. Pada 2020, Blaugrana dipaksa untuk memperebutkan satu leg perempat final karena pandemi Covid-19 dan kalah 2-8 dari Bayern Munchen di Lisbon.
Kemudian, Messi meminta Barcelona untuk melepasnya dari kontraknya. Tetapi, klub tidak mau membiarkan pemain Argentina itu pergi musim panas itu.
Dia akhirnya tinggal di Camp Nou di bawah asuhan Ronald Koeman dan Barcelona mencapai babak 16 besar. Barcelona dikalahkan 1-4 oleh PSG di Camp Nou sebelum bermain imbang 1-1 pada leg kedua di Paris.
"Semua orang mengatakan kami adalah favorit besar," kata Messi kepada Marca pada November 2021, tidak lama setelah bergabung dengan PSG. "Saya tidak akan menyangkal bahwa kami adalah salah satu kandidat, tetapi kami masih perlu mengerjakan beberapa hal untuk menjadi tim yang sangat kuat."