- Influencer Nadya Putri Salsabila mengajak masyarakat Indonesia tak menyebar hoaks, ujaran kebencian, dan taidk menyinggung orang lain dalam bermedsos.
Influencer Nadya Putri Salsabila Bahas Digitalisasi Budaya, Ajak Publik Tak Sebar Hoaks da...
Influencer Nadya Putri Salsabila Bahas Digitalisasi Budaya, Ajak Publik Tak Sebar Hoaks da...
23/09/2022 21:20:59
Liputan6.com, Jakarta Dikenal sebagai content creator dan key opinion leader, Nadya Putri Salsabila belakangan mendukung program literasi digital nasional sektor pendidikan Sumatra untuk siswa dan guru di Medan.
Program yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini menggelar webinar, Rabu (21/9/2022), dengan peserta mencapai 7.456 orang.
Influencer dengan 200 ribuan pengikut di Instagram ini menjadi pembicara terakhir yang membahas Budaya Digital. Nadya Putri Salsabila menilai era digital berdampak dalam semua aspek kehidupan termasuk budaya.
“Digitalisasi budaya memungkinkan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya, yang dapat dijadikan peluang mewujudkan kreativitas sebagai hak berekspresi,” kata Nadya Putri Salsabila.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Hak dan Kewajiban
NoneMeski begitu, Nadya Putri Salsabila mengingatkan bahwa hak berekspresi tak bisa bebas 100 persen. Ada norma, aturan, dan hak-hak orang lain yang mesti dihormati meski berada di jagat maya.
“Harus pula ada kewajiban dalam menjaga hak-hak atau reputasi orang lain, di antaranya dengan tak menyebarkan informasi hoaks, ujaran kebencian, dan tak menyinggung orang lain,” imbuhnya.
Advertisement
Indeks Literasi Digital Masyarakat
NoneMenguatkan ulasan Nadya Putri Salsabila, Dirjen Aptika Kominfo RI, Semuel Abrijani Pengerapan, mengingatkan masifnya penggunaan internet di Indonesia juga mengundang risiko seperti penipuan daring, hoaks, perundungan siber, dan beragam konten negatif lain.
Karenanya peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni. “Saat ini indeks literasi digital masyarakat Indonesia 3,49 dari skala 5. Belum mencapai kategori baik. Tugas kita, membekali publik dengan kemampuan literasi digital,” urainya.
4 Pilar
NoneMenteri Komunikasi dan Informatika RI, Jhonny G. Plate menambahkan, program lieterasi digital yang diselenggarakan sejak 2017 telah menjangkau lebih dari 12,6 juta masyarakat. Tahun ini, akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat.
“Kementerian Kominfo Republik Indonesia juga berfokus memberikan literasi digital kepada kelompok pendidikan. Peserta akan diberi pelatihan literasi berdasar pada empat pilar utama yakni kecakapan, etika, budaya, dan keamanan digital,” pungkas Jhonny.
None* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Advertisement