- Jika Anda mengira bahwa apa yang dilakukan Mbak Rara di sirkuit MotoGP Mandalika hanya terjadi di Indonesia
Indonesia Ada Rara, Ini Teru-Teru Bozu si Boneka Penangkal Hujan di Jepang
Indonesia Ada Rara, Ini Teru-Teru Bozu si Boneka Penangkal Hujan di Jepang
22/03/2022 07:00:30
JIKA Anda mengira bahwa apa yang dilakukan Mbak Rara di sirkuit MotoGP Mandalika hanya terjadi di Indonesia, maka pikiran itu perlu Anda update. Ya, pawang hujan seperti Mbak Rara eksis juga di Jepang.
Ritual penangkal hujan yang merupakan tugas pawang hujan juga bisa Anda temukan di Jepang. Tentunya, ritual dan sesajen yang dipakai berbeda.
Dalam jurnal yang diterbitkan di ejournal Universitas Diponegoro, dijelaskan di sana bahwa di Jepang, untuk menolak hujan pawang hujannya lebih mempercayakan boneka putih yang digantung di jendela. Boneka itu disebut 'teru-teru bozu'.
Teru-teru Bozu sendiri merupakan boneka putih yang terbuat dari kertas atau kain putih yang kemudian digantung di tepi jendela dengan menggunakan benang. Boneka ini sudah ada sejak zaman dulu di Jepang.
BACA JUGA : Fakta-Fakta Sosok Rara Si Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Berani Bongkar Rahasia Ritualnya!
Dari segi bentuk dan pembuatannya, boneka tersebut mirip dengan boneka hantu seperti yang dibuat di pesta Halloween. Jimat ini dipercaya memiliki kekuatan ajaib yang mampu mendatangkan cuaca cerah dan menghentikan atau mencegah hujan.
"Dalam bahasa Jepang, teru artinya bersinar atau cerah dan bozu dapat diartikan sebagai biksu," terang laporan tersebut, dikutip MNC Portal, Selasa (22/3/2022).
BACA JUGA : Dipakai Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Ini Ternyata 8 Kegunaan Singing Bowl
Teru-teru Bozu cukup populer di zaman Edo. Anak-anak bahkan menyanyikan lagu khusus seraya boneka sudah tergantung di jendela. Begini liriknya, "Pendeta cuaca baik, cerahkan cuaca esok hari".
Secara tradisional, jika cuaca berubah cerah, boneka akan dibuatkan mata. Lalu, ditempatkan sesajen berupa sake suci yang dituangkan ke boneka, lalu boneka dihanyutkan ke sungai.
(hel)