- Batu yang digunakan di area rel juga tidak boleh sembarangan, karena beberapa jenis batu hanya akan berguling ketika kereta melintas.
20/07/2022 10:00:00
JAKARTA, KOMPAS.com - Rel adalah landasan jalan kereta api yang terbuat dari baja. Tanpa rel, moda transportasi bebas hambatan ini tidak akan bisa bergerak.
Namun pernahkah berpikir kenapa terdapat banyak batu di sekitar rel kereta api?
Rupanya hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Dilansir dari Science ABC, Rabu (20/7/2022), batu di sekitar rel berfungsi sebagai pemberat lintasan atau ballast track.
Pada dasarnya, pemberat lintasan membentuk trackbed sebagai tempat bantalan kereta api dipasang.
Bantalan rel adalah komponen penyangga berbentuk persegi panjang yang biasanya dibuat tegak lurus terhadap rel.
Bantalan rel bisa terbuat dari material kayu atau beton pratekan yang banyak digunakan saat ini.
Fungsi bantalan rel adalah menahan rel agar tidak bergeser. Fungsi ini dibantu oleh batu sebagai pemberat lintasan yang diletakkan di antara bantalan, di bawah dan di sisi rel.
Pemberat lintasan juga berfungsi untuk menjaga vegetasi tumbuhan di area rel karena bisa membuat tanah di bawah trek menjadi lebih lemah.
Selain itu, pemberat rel bisa membuat drainase di sekitar dan di bawah rel menjadi lebih baik, sehingga air tidak terjebak di area rel dan membahayakan solidaritas tanah.
Akan tetapi, tidak sembarang batu bisa digunakan sebagai pemberat rel. Misalnya, batu kerikil bulat yang halus hanya akan berguling ketika kereta api melintas.
Oleh karena itu, dibutuhkan jenis batu yang tidak akan terlalu banyak bergerak seperti batu tajam.