- Jamur yang hidup di alam, seringkali memiliki bentuk yang serupa. Namun, penting untuk mengetahu perbedaan jamur beracun dan tidak beracun.
03/09/2022 11:02:00
KOMPAS.com - Di antara banyak jenis jamur yang dapat dimakan, ada pula jamu beracun yang berbahaya jika sampai tertelan. Jamur dengan bentuk dan tampilan yang terkadang mirip, seringkali sulit mengenali perbedaan jamur beracun dan tidak beracun.
Jamur adalah jenis tumbuhan yang tidak memiliki zat hijau daun atau yang disebut dengan klorofil. Tumbuhan ini pun disebut heterotrof, yakni tumbuhan yang mendapat makanan dari organisme lain.
Dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), jamur secara alami banyak dijumpai di kawasan hutan dan pegunungan, terutama di musim hujan.
Kendati ada jamur yang dapat dimakan serta banyak mengandung mineral baik untuk tubuh, seperti protein, serat, hingga vitamin, namun tidak semua jenis jamur dapat dikonsumsi.
Banyak juga jenis jamur yang tidak boleh dimakan, karena berbahaya bagi tubuh, bahkan beberapa jamur termasuk spesies beracun dan mematikan jika sampai masuk ke dalam tubuh.
Di antaranya seperti spesies jamur Amanita phalloides dan Amanita virosa. Keduanya merupakan jenis jamur beracun yang berbahaya untuk dikonsumsi.
Bahkan, jamur Amanita phalloides merupakan salah satu spesies jamur paling beracun dari jenis jamur payung. Racun jamur tersebut dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit yang parah, hingga kerusakan pada mata dan kulit.
Perbedaan jamur beracun dan tidak beracun
Jadi, bagaimana cara mengenali perbedaan jamur beracun dan tidak beracun?
Ada beberapa ciri-ciri jamur beracun, yang dapat menjadi cara untuk membedakannya dengan jamur tidak beracun, di antaranya sebagai berikut.
Terkadang warna mencolok pada jamur, dapat membuat orang tertarik untuk mengambilnya. Padahal, warna mencolok ini dapat mengindikasikan bahwa jamur tersebut adalah jenis jamur beracun yang berbahaya jika dikonsumsi.
Selain itu, disarankan untuk tidak mengambil jamur yang belum mekar sempurna. Sebab, hal ini akan sulit untuk mengetahui jenis dan membedakannya dengan jamur yang tidak beracun.
Saat beraktivitas di alam, disarankan untuk waspada dalam mengkonsumsi jamur. Hingga saat ini, jamur beracun masih terus diteliti untuk diketahui manfaat dan fungsinya.