LOGO

News

Separuh dari 90 Hektar Permintaan Lahan Industri GIIC Berasal dari Data Center

Separuh dari 90 Hektar Permintaan Lahan Industri GIIC Berasal dari Data Center

16/11/2022 17:00:00
Menurut Tondy, data center membawa peluang sangat besar. Saat ini saja, sudah 14 perusahaan data center yang telah bergabung di zona industri khusus.
  • Menurut Tondy, data center membawa peluang sangat besar. Saat ini saja, sudah 14 perusahaan data center yang telah bergabung di zona industri khusus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Data Center menguasai separuh dari total 90 hektar permintaan lahan industri di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, hingga akhir 2022.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) Tondy Suwanto mengungkapkan hal itu saat menjawab Kompas.com, Rabu (16/11/2022).

"Di dalam pipeline kami ada inquiry 90 hektar. Separuhnya dari data center. Mereka berasal dari Singapura, Australia, Amerika Serikat, dan Timur Tengah," ujar Tondy.

Menurut Tondy, data center membawa peluang sangat besar. Saat ini saja, sudah 14 perusahaan data center yang telah bergabung di zona industri khusus atau special industry zone GIIC.

Di antaranya adalah Alibaba untuk brand Lazada, Amazon Web Serives, Pusat Data Nasional, dan Telkom Data Center.

Tondy mengatakan, data center disebut sebagai new gold. Hingga dua tahun ke depan, potensi investasi data center bisa mencapai angka tiga hingga empat miliar dollar AS.

Untuk menangkap peluang dari potensi ini, DMAS akan menyiapkan tambahan lahan dari total lahan eksisting zona industri khusus dengan harga Rp 3 juta per meter persegi.

Zona industri khusus ini dilengkapi dengan sejumlah infrastruktur berteknologi tinggi, terutama jaringan serat optik atau fiber optic, dan pasokan listrik dengan layanan premium berkapasitas 993 mega volt amphere (MVA) dari PT PLN (Persero).

Tondy optimistis, target penjualan Rp 1,8 triliun tahun ini akan terpenuhi. Hal ini menyusul perolehan penjualan hingga September 2022 yang menembus angka Rp 1,3 triliun, di mana 90 persen di antaranya dikontribusi data center.

"Melihat perolehan ini, kami proyeksikan hingga akhir tahun 2022, data center menyumbang sekitar 80 persen penjualan," cetus dia.

Berita selanjutnya