- Anda tidak boleh mencampurkan cuka dan pemutih dalam kondisi apapun.
Awas! Jangan Campur Cuka dan Pemutih Saat Bersih-Bersih
Awas! Jangan Campur Cuka dan Pemutih Saat Bersih-Bersih
31/12/2022 20:32:34
JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika membersihkan rumah, banyak bahan pembersih yang digunakan untuk membuat hunian terlihat kembali kinclong.
Mulai dari produk komersial berharga ratusan ribu rupiah hingga bahan-bahan murah seperti cuka, baking soda, hingga pemutih.
Meskipun banyak variasi produk yang tersedia, Anda harus ingat bahwa tidak boleh mencampurkan cuka dan pemutih dalam kondisi apapun.
Dikutip dari The Spurce, dua produk pembersih yang sering digunakan yakni cuka dan pemutih klorin, sama-sama memiliki sifat asam.
Mencampurkan pemutih klorin dengan cairan asam lainnya dapat menimbulkan reaksi kimia dan menghasilkan gas klorin yang beracun.
Reaksi ini biasanya bersifat tiba-tiba dan baru disadari ketika Anda sudah menghirup gas beracun dan efek negatif perlahan muncul.
Bila sedang bereksperimen di laboratorium, gas klorin yang murni akan memiliki warna hijau kekuningan sehingga mudah terdeteksi.
Namun, gas klorin yang terbentuk dari bahan kebersihan rumah tangga sudah tercampur dengan senyawa lainnya sehingga tidak menghasilkan gas yang berwarna.
Tidak hanya dengan cuka, pemutih klorin tidak boleh dicampurkan dengan senyawa asam apapun karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
Selain pemutih klorin, cuka juga tidak boleh dicampurkan dengan hidrogen peroksida. Mencampurkan keduanya akan menghasilkan zat asam perasetat yang bersifat korosif dan membuat kulit iritasi.