LOGO

News

Pakai LRB, Gedung AMC RS Anutapura di Sulteng Bisa Tahan Gempa hingga 7 SR

Pakai LRB, Gedung AMC RS Anutapura di Sulteng Bisa Tahan Gempa hingga 7 SR

20/03/2023 06:00:00
Untuk progres pembangunannya saat ini sekitar 92% dan ditargetkan bisa selesai pada Mei 2023.
  • Untuk progres pembangunannya saat ini sekitar 92% dan ditargetkan bisa selesai pada Mei 2023.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian PUPR bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan rekonstruksi atau pembangunan kembali Gedung Anutapura Medical Centre (AMC) Rumah Sakit (RS) Anutapura di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng)

RS yang terdampak bencana gempa bumi pada tahun 2018 lalu itu merupakan rumah sakit yang cukup vital bagi pelayanan kesehatan di Palu.

Pekerjaan pembangunan gedung AMC RS Anutapura dilaksanakan oleh PT Adhi Karya sejak Desember 2021 dengan dana loan IRSL JICA sebesar Rp 234,7 miliar.

Untuk progres pembangunannya saat ini sekitar 92% dan ditargetkan bisa selesai pada Mei 2023.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah Sahabuddin mengatakan rekonstruksi RS Anutapura menerapkan struktur tahan gempa menggunakan teknologi lead rubber bearing (LRB), serta prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH).

Pembangunan Gedung Anutapura Medical Centre (AMC) Rumah Sakit (RS) Anutapura di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).Dok. Kementerian PUPR Pembangunan Gedung Anutapura Medical Centre (AMC) Rumah Sakit (RS) Anutapura di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Di Indonesia, teknologi LRB sudah biasa digunakan di jalan dan jembatan, tapi masih jarang digunakan pada bangunan.

"RS Anutapura ini adalah bangunan berteknologi LRB pertama yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Bahkan di Indonesia timur sendiri pun, gedung ini merupakan satu-satunya yang menggunakan teknologi LRB," bebernya dalam keterangan resmi dikutip dari laman Kementerian PUPR, Minggu (19/03/2023).

Sahabuddin menambahkan, teknologi LRB ini diadopsi oleh Kementerian PUPR dari Jepang melalui kerja sama dengan JICA.

"Namun untuk produksinya kita ambil semua dari pabrik LRB yang berlokasi di Cirebon. Jadi tetap produksi dalam negeri atau TKDN," imbuhnya.

PPK Bina Penataan Bangunan BPPW Sulawesi Tengah Bayu Dwi Rahmatyo menjelaskan, penggunaan teknologi LRB bertujuan meredam gaya gempa yang timbul pada bangunan.

Berita selanjutnya