- Sebelum PLBN Sota beroperasi, para pelintas umumnya bebas keluar masuk ke kedua negara.
PLBN Sota: Dulu Hanya Gapura yang Dijaga TNI, Kini Megah dengan 12 Bangunan
PLBN Sota: Dulu Hanya Gapura yang Dijaga TNI, Kini Megah dengan 12 Bangunan
15/11/2023 18:17:49
POS Lintas Batas Negara (PLBN) Sota yang berlokasi di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tak sekadar menjadi penanda batas dua negara antara Republik Indonesia dengan Papua Nugini.
Kehadiran PLBN Sota lebih dari itu. Beroperasi sejak 2021, PLBN Sota menjadi cerminan wajah Indonesia dalam menciptakan pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah paling timur Indonesia.
Bagaimana tidak, daerah Sota kini telah berubah wujud. Dari sebelumnya bersifat tradisonal kini menjadi lebih modern.
Semula, operasional PLBN Sota hanya mengandalkan pos pantau yang dijaga prajurit TNI Angkatan Darat.
Infrastruktur pos perbatasan juga tak semegah kini. Dulu, hanya terdapat gapura dan hiasan patung burung garuda sebagai penanda lokasi ini masih terintegrasi dengan Indonesia.
Namun, wajah PLBN Sota kini mengalami perubahan drastis. Berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektar, PLBN Sota memiliki 12 jenis bangunan.
Antara lain bangunan utama, mess pegawai, pasar perbatasan, bangunan utilitas, dan tempat pembuangan sampah (TPS).
Kemudian, plaza perbatasan, plaza nol kilometer, toilet umum, jalan, pedestrian, lanskap, dan pagar keliling.
Desain bangunan PLBN Sota seluruhnya mengadopsi ornamen dan kearifan lokal, yakni bentuk, warna tifa, hingga motif suku lokal.
Di plaza nol kilometer, berdiri patung sang proklamator RI, Ir Soekarno. Patung Bung Karno berdiri tegak menghadap barat daya Indonesia. Wajah Bung Karno terlihat tegas mengernyitkan dahi.
Sementara, jari telunjuk tangan kanannya menunjuk ke arah depan dan tangan kirinya mengempitkan tongkat komando ke ketiak.
Patung Soekarno di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Gambar diambil pada Senin (13/11/2023).PLBN Sota beroperasi setiap hari, dari pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT. Bagi warga Papua Nugini yang akan memasuki wilayah Indonesia, mereka cukup menyodorkan border pass travel yang dikeluarkan pihak imigrasi mereka.
Sedangkan warga Indonesia yang akan bertandang ke Papua Nugini cukup bermodalkan kartu Pass Lintas Batas.
PLBN Sota sendiri masuk kategori tipe C dengan jumlah pelintas tak kurang dari 1.000 orang setiap bulannya.
Kepala PLBN Sota Ni Luh Puspa Jayaningsih menjelaskan, setiap harinya jumlah pelintas hanya berkisar 20-30 orang. Baik pelintas Indonesia maupun Papua Nugini, mereka biasanya memasuki wilayah dua negara untuk mencari bahan kebutuhan pokok.