LOGO

News

Pentingnya Mengetahui Posisi Bonceng Anak yang Benar Saat Naik Motor

Pentingnya Mengetahui Posisi Bonceng Anak yang Benar Saat Naik Motor

12/12/2023 17:12:00
boncengan tidak boleh dilakukan sembarangan dan asal-asalan. Posisi antara pengendara dan penumpang harus sesuai dan memenuhi standar keselamatan.
  • boncengan tidak boleh dilakukan sembarangan dan asal-asalan. Posisi antara pengendara dan penumpang harus sesuai dan memenuhi standar keselamatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara sepeda motor dianjurkan selalu memperhatikan poin-poin keselamatan, khususnya ketika dalam keadaan berboncengan.

Pasalnya, boncengan tidak boleh dilakukan sembarangan dan asal-asalan. Posisi antara pengendara dan penumpang harus sesuai dan memenuhi standar keselamatan.

Satu poin yang sebaiknya diperhatikan adalah posisi saat membonceng anak, ternyata penempatannya harus sesuai supaya aman.

Pengendara motor bonceng anak di depanDOK. WAHANA Pengendara motor bonceng anak di depan

Sayangnya, poin keselamatan saat membonceng anak seolah diabaikan banyak pengendara. Masih sering dijumpai di letakan pada dudukan depan motor.

Agus Sani, Head of Safety Riding AHM Wahana menjelaskan, anak kecil atau balita harus mendapatkan pengamanan ekstra saat dibonceng, karena kewaspadaannya masih rendah.

Sebaiknya, anak dibonceng dengan menggunakan alat carrier, alias pengaman tambahan yang menempel langsung ke pengendara.

Ilustrasi boncengan bersama keluargaDok. Yamaha Motor Bali Ilustrasi boncengan bersama keluarga

"Amannya bonceng anak itu pakai carrier saja, semacam selendang, dia jadi sabuk," ucapnya kepada Kompas.com, pekan lalu.

Tentunya, peralatan berkendara lengkap seperti helm sudah merupakan satu kewajiban, dan harus tetap digunakan oleh anak kecil.

Selain itu, poin lain yang harus diperhatikan adalah penempatan posisi anak. Sebaiknya tidak di posisi duduk depan, tapi di belakang pengendara.

Dokter Spesialis Anak, dr. Kartika Istiningtyas menjelaskan, anak duduk di depan atau digendong dengan posisi menyamping, ternyata punya potensi risiko.

Membonceng anak menggunakan sepeda motorFoto: Istimewa Membonceng anak menggunakan sepeda motor

Meninjau dari segi medis, posisi duduk tersebut bisa menimbulkan beberapa risiko yang hanya bisa terjadi pada anak-anak. Contohnya adalah gag reflex alias tersedak dan tersumbatnya saluran pernafasan.

Kartika menjelaskan, kondisi tersebut ternyata tidak bisa dialami oleh orang dewasa, sebab saluran pernafannya sudah terbentuk sepenuhnya. Lain halnya dengan anak-anak, yang masih dalam tahap pertumbuhan.

“Kalau kita (orang dewasa) tersedak, mungkin cukup batuk atau bersin saja sudah selesai. Tapi kalau anak kecil apalagi balita, sekalinya tersedak bisa susah. Trakea (saluran pernafasan) bisa mampet,” kata dia.

Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)KOMPAS.com/Gilang Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)

Menurutnya, kondisi ini sangat bisa terjadi jika anak-anak diposisikan duduk di depan dan langsung menghadap jalan. Inilah satu bahaya yang harus dipahami oleh orang tua.

Kartika mengatakan, posisi duduk yang jauh lebih aman saat naik motor dengan anak, yakni menggunakan strap on pengikat dan posisi anak merangkul bagian depan orang tua.

“Jadi anak enggak menghadap depan, tapi munggungin. Kalau anak sudah bisa duduk, sebaiknya duduk di belakang sambil merangkul orang tua,” ucapnya.

Berita selanjutnya