- Tidak sarapan saat pagi hari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Lantas, kapan waktu sarapan yang baik?
Sarapan Lebih Awal Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Sarapan Lebih Awal Bantu Kurangi Risiko Penyakit Jantung
05/01/2024 09:10:00
KOMPAS.com - Ada banyak cara yang bisa dilakukan demi menjaga kesehatan jantung, salah satunya memperhatikan waktu sarapan setiap hari.
Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, terlepas dari menu yang disantap saat pagi, waktu sarapan pertama pada awal hari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan.
Para peneliti dari institusi riset publik INRAE, organisasi riset publik Inserm, dan Universitas Sorbonne Paris Nord di Perancis mengumpulkan data lebih dari 103.000 peserta dari kelompok NutriNet-Sante pada tahun 2009 dan 2022.
Data itu ditinjau guna memahami hubungan potensial antara kebiasaan makan, waktu makan, dan penyakit kardiovaskular.
Dilansir dari Lifestyle Asia, Jumat (5/1/2024), hasil penelitian menunjukkan, waktu makan memiliki hubungan erat dengan ritme sirkardian.
Hubungan dua hal tersebut berperan penting dalam peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dari hipertensi, gagal jantung, penyakit katup jantung, gangguan irama jantung, hingga stroke.
Sarapan lebih awal bantu kurangi risiko penyakit jantung
Ilustrasi sarapan dengan roti tawar. Dari studi tersebut, semakin terlambat seseorang menyantap sarapan, semakin tinggi risiko penyakit kardiovaskular dengan persentase sekitar 6 persen per jam keterlambatan. Menurut para peneliti, risiko ini berlaku terutama pada perempuan.
Sebagai gambaran, mereka yang selalu sarapan pukul 09.00 pagi memiliki risiko enam persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular daripada mereka yang sarapan pukul 08.00 pagi.
Namun, bila harus olahraga di gym pada pagi hari, santaplah makanan ringan terlebih dahulu seperti pisang atau avocado toast, 20-30 menit sebelum berolahraga.
Jika merasa tubuh akan lebih baik bila berolahraga dalam kondisi puasa, dikutip dari Forbes, sarapan bisa dinikmati setelahnya.
Tak cuma waktu sarapan, studi tersebut juga menunjukkan, makan malam terlalu larut juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung sebesar 28 persen.
Mereka yang makan malam pukul 21.00 atau lebih memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan malam sebelum pukul 20.00.