- Velove Vexia dikenal tertutup soal kehidupan pribadinya. Beda dari kebiasaan, Velove sempat membuka sesi tanya jawab dan menanggapi sejumlah pertanyaan terkait hal pribadi.
Velove Vexia Bongkar Agama Sesungguhnya, Tipe Pria Idaman Mirip Nicholas Saputra?
Velove Vexia Bongkar Agama Sesungguhnya, Tipe Pria Idaman Mirip Nicholas Saputra?
12/01/2021 08:39:02
WowKeren - Velove Vexia dikenal sebagai sosok yang tertutup soal kehidupan pribadi. Namun di Instagram, Velove sempat membuka sesi tanya jawab untuk para penggemarnya.
Artis yang selalu terlihat anggun dan glamor ini sempat ditanya netter soal agama. Tak disangka, mantan gebetan Raffi Ahmad ini bersedia buka suara.
"Your religion? (agama kamu?)," tanya seorang netter. Terkuak kalau Velove menganut agama Islam. Ia juga mengaku sangat toleransi terhadap kaum berbeda agama.
"Agama saya Islam. Tapi saya menghargai semua agama :)," kata Velove. Tak cuma soal agama, Velove rupanya berkomentar soal Nicholas Saputra. Ia tak meragukan kalau Nicholas memang tipe pria idaman banyak orang.
Velove Vexia Soal Agama dan Pria Idaman
"Kalau Nicholas Saputra tipe pacar Velove enggak sih?" tanya netter. "Hahahah Nico tipenya netizen di Indonesia aku yakinn," jawab Velove.
Ia juga membeberkan kriteria lain soal pria idamannya. "Yang tinggi dan lokal," serunya.
Sementara itu, Velove dan Nicholas pernah adu akting dalam video klip "Adu Rayu". Ini merupakan video musik kolaborasi Yovie Widianto, Tulus dan Glenn Fredly. Dalam video musik itu, chemistry Velove dan Nicholas saat bersama membuat netter baper hingga menjodohkan keduanya.
Sementara itu, Velove sempat membahas tentang situasi pandemi COVID-19. Velove menilai kalau kaum perempuan menjadi pihak yang paling terkena dampaknya.
"Perempuan mendapatkan dampak lebih besar dari pandemi ini. Banyak diantara mereka menerima upah lebih sedikit, tidak memiliki akses terhadap jaminan sosial, serta bekerja dalam kondisi tidak aman. Penutupan tempat kerja, perubahan dalam bisnis dan pembatasan sosial memberikan hambatan bagi perempuan untuk mendapatkan penghasilan," kata Velove.
Meski begitu beberapa pihak tak setuju dengan pemahaman itu. "Kenapa harus perempuan, kepada nggak orang miskin aja kita harus tau apa yang namanya prioritas. Untuk kebersamaan bukan untuk ras dan gender," kata netter. "Mau perempuan mau laki-laki sama-sama terdampak lah. Jangan dibesar-besarikan seolah laki-laki tak berdampak, atau seolah-olah perempuan terdzalimi," seru yang lainnya.