LOGO

Sport

Sejarah Konflik India-Pakistan, Mengapa Keduanya Memperebutkan Kashmir

28/02/2019 07:12:00
Sebelum India dan Pakistan merdeka dari Inggris pada Agustus 1947, Kashmir sudah lebih dulu diperebutkan. Inggris melepaskan kendalinya atas India pada tahun 1947, memecahnya menjadi India yang mayoritas Hindu dan Pakistan dengan mayoritas Islam.
  • Sebelum India dan Pakistan merdeka dari Inggris pada Agustus 1947, Kashmir sudah lebih dulu diperebutkan. Inggris melepaskan kendalinya atas India pada tahun 1947, memecahnya menjadi India yang mayoritas Hindu dan Pakistan dengan mayoritas Islam.

Merdeka.com - Surga di bumi. Itulah julukan bagi Kashmir, wilayah yang dikelilingi kawasan pegunungan bersalju dan kerap dijadikan lokasi syuting film Bollywood. Warga India berbondong-bondong berlibur ke Kashmir saat puncak musim dingin. Namun di balik keindahan ini tersimpan akar konflik yang sudah berusia 72 tahun antara India dan Pakistan.

14 Februari lalu sebuah mobil bermuatan bom menabrak konvoi pasukan keamanan India di Distrik Pulwama, Negara Bagian Jammu dan Kashmir. Ledakan bom bunuh diri itu menewaskan sedikitnya 42 tentara dan melukai puluhan lainnya. India menuding intelijen Pakistan berada di balik serangan dilakukan kelompok militan Kashmir Jaesh-e-Muhammad itu.

Dua hari lalu jet tempur India melancarkan serangan balasan dengan membombardir kamp pelatihan Jaesh-e-Muhammad.

Sebelum India dan Pakistan merdeka dari Inggris pada Agustus 1947, Kashmir sudah lebih dulu diperebutkan. Inggris melepaskan kendalinya atas India pada tahun 1947, memecahnya menjadi India yang mayoritas Hindu dan Pakistan dengan mayoritas Islam.

Di bawah Undang-Undang Rencana Pembagian India, Kashmir diberi kebebasan untuk memilih ikut India atau Pakistan.

Penguasa Kashmir kala itu, Maharaja Hari Singh memilih India dan setelah itu perang selama dua tahun meletus sejak 1947.

Perang anyar kembali terjadi pada 1965. Pada 1999 India melawan kelompok militan yang didukung pasukan Pakistan. Sejak saat itu India dan Pakistan menyatakan keduanya sebagai negara dengan kekuatan nuklir.

peta kashmir researchgate.net



India, Pakistan, dan China mengklaim memiliki sebagian atau seluruh wilayah Kashmir. Wilayah itu pun dikuasai tiga negara.

Wilayah kekuasaan India: Satu negara bagian, yaitu Jammu dan Kashmir, membentuk bagian selatan dan timur wilayah dengan total sekitar 45 persen wilayah Kashmir.

Wilayah kekuasaan Pakistan: Tiga wilayah yang disebut Azad Kashmir, Gilgit, dan Baltistan membentuk bagian utara dan barat wilayah itu, dengan total sekitar 35 persen wilayah Kashmir.

Wilayah kekuasaan China: Satu wilayah yang disebut Aksai Chin di bagian timur laut wilayah itu, setara dengan 20 persen dari Kashmir.

India juga menuduh Pakistan menyerahkan 3.220 mil persegi wilayah Kashmir ke China. Garis Kontrol membagi bagian-bagian Kashmir yang dikuasai India dan Pakistan dengan panjang 700 kilometer.

Banyaknya kekerasan di wilayah Kashmir yang dikuasai India

Banyak warga Kashmir tidak ingin berada di bawah kendali pemerintah India. Mereka lebih memilih ingin merdeka atau bergabung dengan Pakistan.

Populasi di Negara Bagian Jammu dan Kashmir yang masuk wilayah India adalah 60 persen muslim. Wilayah ini adalah satu-satunya negara bagian yang dihuni mayoritas muslim di tengah mayoritas India yang Hindu.

Tingginya tingkat pengangguran dan pelanggaran hak asasi dilakukan aparat keamanan menjadikan wilayah ini tak pernah surut dari masalah.

Danau Ratti Gali, Kashmir 2014 Merdeka.com/www.trekearth.com



Gelombang kekerasan terbaru terjadi setelah tewasnya militan muda Kashmir, Burhan Wani, 22 tahun pada Juli 2016. Dia tewas dalam pertempuran dengan pasukan keamanan. Insiden ini memicu gelombang protes di Kashmir. Ribuan orang menghadiri upacara pemakaman Wani di kampung halamannya di Tral, sekitar 40 kilometer sebelah selatan Kota Srinagar. Usai pemakaman warga kembali bentrok dengan aparat. Lebih dari 30 orang tewas dan lainnya terluka. Sejak itu gelombang kekerasan terus terjadi.

Sejak 2018 lebih dari 500 orang tewas, termasuk warga sipil, aparat keamanan, dan militan. Angka itu adalah yang tertinggi dalam satu dekade terakhir. [pan]

Berita selanjutnya