- Deena Mohamed, ilustrator asal Mesir menciptakan tokoh superhero berhijab pertama di Mesir pada tahun 2013. Qahera, pahlawan yang siap membela kaum perempuan.
04/03/2019 09:18:58
Foto: dok. Deena MohamedMesi - Deena Mohamed, seorang ilustrator asal Mesir menciptakan tokoh superhero berhijab pertama di Mesir pada tahun 2013. Kala itu, ia masih berusia 19 tahun. Tokoh tersebut bernama Qahera, pahlawan yang siap membela kaum perempuan.
Melalui komik ini, Deena menyingkap permasalahan wanita di Mesir. Ada banyak wanita yang haknya terbengkalai, mulai dari kasus kekerasan pada perempuan hingga Islamophobia. Tak heran, jika Qahera mencuri perhatian publik. Khususnya saat komiknya ditulis dalam bahasa Inggris.
Foto: dok. Deena MohamedQahera memiliki arti menang atau penakluk dalam bahasa Arab untuk Kairo. Sosok superhero tersebut digambarkan memakai abaya dan hijab khas orang Mesir. Tujuan Deena adalah membuat wanita Mesir terwakili sosoknya.
"Aku ingin membuat superhero untuk melawan sesuatu yang membuatku frustasi. Aku merasa ada kebutuhan untuk menampilkan sosok superhero muslim yang benar-benar menghadapi permasalahan yang terjadi di kehidupan nyata, daripada menghadapi musuh fiktif seperti villains," ungkap Deena dilansir dari Women in War.
Foto: dok. Deena MohamedMeski sosok Qahera dianggap inspiratif, Deena tidak mau menyebut superhero ini sebagai panutan atau role model. Menurutnya, ada banyak wanita yang lebih hebat dari superhero tersebut. Apalagi, dalam Islam ada banyak sosok wanita yang pantas diidolakan seperti Siti Khadijah dan Fatimah.
Menurut Deena, konsep superhero adalah produk budaya dari Amerika Serikat. Tokoh pahlawan itu diciptakan untuk melawan penjahat super. Namun, menurut Deena ada banyak permasalahan 'real' di kehidupan sehari-hari yang lebih cocok untuk dibela oleh para pahlawan.
Untuk itu, tidak ada monster, zombi, atau alien dalam cerita Qahera. Superhero berhijab ini berhadapan langsung dengan permasalahan sosial di masyarakat. Keunikan ini yang membuat webcomic ini mencuri banyak perhatian hingga menyabet penghargaan Best Digital Comic Series versi Cairo Comix Festival tahun 2015.
(sil/kik)