- Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) mengakui pelawak Nurul Qomar pernah menjadi mahasiswa S2 dan S3 di kampus itu.
26/06/2019 23:34:53

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ) mengakui pelawak Nurul Qomar pernah menjadi mahasiswa S2 dan S3 di kampus itu.
Hanya, Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ, Krisna Murti, mengatakan UNJ tidak pernah mengeluarkan surat keterangan lulus untuk Qomar.
Diketahui, pelawak Nurul Qomar yang menjadi tersangka kasus pemalsuan ijazah.
"Memang ( Nurul Qomar ) pernah menjadi mahasiswa UNJ dan UNJ tidak pernah mengeluarkan SKL yang bersangkutan," kata Krisna Murti saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (26/6/2019).
Krisna tak menjelaskan lebih detail mengenai riwayat kuliah Qomar di kampus tersebut tetapi mengakui Qomar mengambil kuliah jenjang S2 dan S3 di UNJ.
"Di S2 Manajemen Pendidikan Dasar dan S3 Prodi Pendidikan Dasar," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Krisna Murti belum menjawab saat ditanya apakah Qomar masih tercatat sebagai mahasiswa UNJ atau tidak.
Sebelumnya, Nurul Qomar menjadi tersangka kasus pemalsuan ijazah S2 dan S3.
Dia memalsukan ijazah tersebut sebagai syarat mencalonkan Rektor Universitas Muhadi Setiabudhi (UMUS) Brebes.
"Tersangka dilaporkan oleh Muhadi Setiabudhi terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai rektor," kata Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Triagung Suryomicho, Selasa (25/6/2019).
Menurut Triagung, ijazah yang dipalsukan tersangka adalah ijazah dari salah satu universitas di Jakarta. Qomar dianggap melanggar Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Ardito Ramadhan)
Dalih Kuasa Hukum
Pelawak kondang era 1990-an, Nurul Qomar atau Komar, ditahan Satreskrim Polres Brebes atas kasus dugaan pemalsuan ijazah, Senin (24/6/2019) malam.
Kuasa hukum Komar, Furqon Nurjaman, menganggap ada kesalahpahaman dalam perkara yang menyeret kliennya itu. Karenanya, pihaknya meminta agar Komar tidak ditahan.
"Sudah kami ajukan permohonan agar tidak ditahan. Pertimbangannya, kasus ini ada kesalahpahaman terkait persoalan surat keterangan (S2 dan S3). Bukan pemalsuan ijazah. Selain faktor kesehatan," kata Furqon, di Mapolres Brebes, Selasa (25/6/2019).
Permohonan tersebut telah disampaikan kuasa hukum Komar kepada penyidik Satreskrim Polres Brebes. Furqon berharap permohonan dikabulkan mengingat kesehatan mantan grup lawak "Empat Sekawan" itu perlu perawatan.

Furqon yakin surat keterangan lulus yang diberikan kliennya bukan palsu. Pasalnya, dari keterangan Komar, bahwa saat itu pihaknya sudah mengajukan disertasi dan siap sidang.
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho menjelaskan, dokumen yang dipalsukan oleh tersangka komar adalah dokumen surat keterangan lulus (SKL) S2 dan S3 dari perguruan tinggi di Jakarta.
"Dokumen itu digunakan tersangka dalam pencalonannya sebagai rektor di Umus (Universitas Muhadi Setiabudi) Brebes. Dan dokumen S2 dan S3 itu semuanya merujuk perguruan tinggi yang ada di Jakarta," jelasnya.
Dalam kasus itu, Komar dijerat Pasal 263 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemalsuan dokumen. Adapun ancaman jika melanggar pasal tersebut adalah penjara paling lama 6 tahun. (Nal)
Kesaksian Ginanjar Soal Kuliah Qomar
Jarwo Kwat Menawarkan Bantuan Hukum
Ketua Persatuan Seniman Komedi Indonesia ( PaSKI ) sekaligus komedian, Jarwo Kwat, menawarkan pendampingan hukum kepada Nurul Qomar.

Saat ini, Jarwo Kwat bersama anggota lain PaSKI sedang mencari kebenaran kabar penahanan Nurul Qomar.
Sebelumnya, Nurul Qomar dikabarkan ditahan polisi karena kasus penipuan dugaan pemalsuan ijazah.
"Saya kan ketua umum PaSKI ya, ngecek dulu. Kalau bener, kami sebagai PaSKI menawarkan pendampingan hukum," kata Jarwo Kwat melalui saluran telepon, Selasa (25/6/2019).
"Kita kan punya divisi advokasi nanti kalau misalnya pihak Haji Qomar bersedia kita akan dampingin," ujarnya.
Jarwo Kwat bersama anggota lain PaSKI, siap menuju Brebes bila sudah mengetahui kebenaran kabar penahanan Nurul Qomar.
"Iya makanya nunggu kepastian kalau betul kita akan kesana," ucap Jarwo Kwat.
Sebagai rekan sesama pelawak, Jarwo Kwat mengaku kaget mendengar kabar Nurul Qomar ditahan oleh Mapolres Brebes, Jawa Tengah.
Dedengkot grup lawak Empat Sekawan itu ditahan atas dugaan tindak penipuan dokumen S2 dan S3. Dokumen tersebut sebagai syarat Qomar menjadi rektor di Universitas Umus, Brebes.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UNJ Tak Pernah Keluarkan Surat Keterangan Lulus Nurul Qomar"