- Jalan Malioboro kembali dibuka untuk umum di era new normal
20/07/2020 12:01:05
Setelah Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko kembali dibuka untuk umum, Malioboro dan Pasar Beringharjo pun mulai ramai dikunjungi wisatawan. Berbagai protokol kesehatan dikeluarkan Pemerintah Kota Yogyakarta agar wisatawan bisa jakan-jalan dan berbelanja dengan nyaman namun tetap aman dari ancaman virus corona.
Sempat ditutup beberapa bulan, sejak minggu lalu Jalan Malioboro kembali dibuka untuk umum. Lapak-lapak pedagang kaki lima di sepanjang kedua sisi trotoar Jalan Malioboro telah dibuka kembali.
Turis pun mulai membanjiri salah satu ikon pariwisata Yogya ini. Tak cuma berjalan-jalan dan belanja, banyak juga yang duduk-duduk menikmati suasana Malioboro di bangku yang telah disediakan di sepanjang trotoar.
Pasar Beringharjo yang merupakan pusat grosir pakaian dan batik murah di Malioboro juga telah kembali beroperasi hingga sore hari seperti semula.
Agar tetap aman dari Covid-19, setiap wisatawan yang hendak masuk kawasan Malioboro diwajibkan memakai masker. Pemkot Yogya memberlakukan denda Rp.100.000,- bagi yang masih tak mau memakai masker.
Prosedur kesehatan lainnya yang diterapkan diantaranya pengecekan suhu tubuh di pagar utara jalur pejalan kaki (depan Garuda Hotel atau Grand Inna Malioboro) dan pagar selatan (seberang Ngejaman). Pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,4 derajat Celcius tidak diizinkan masuk Malioboro.
Para polisi dan satpol PP juga tampak berjaga di pinggir jalan, kadang mengingatkan pengemudi mobil untuk memakai maskernya meski di dalam mobil. Para pengemudi andong (kereta kuda) juga telah memakai face shield serta memasang kaca pemisah antar bangku pengemudi dan penumpang.
Bila kamu ingin nongkrong di Malioboro, kamu juga perlu mematuhi aturan physical distancing di sana. Misalnya di setiap bangku telah dipasang tali agar pengunjung tak duduk bersebelahan.
(DRM)